Musi Rawas LT- Ketua Jurnalis Kampus yang baru dilantik, Alam Budi Kesuma, menegaskan bahwa kepengurusan yang kini ia pimpin bukanlah sekadar struktur organisasi seremonial. Pernyataan tersebut disampaikannya saat diwawancarai awak media online di lokasi usai pelantikan, sebagai penegasan arah dan sikap pers mahasiswa ke depan.
Menurut Alam, jabatan yang diemban jurnalis kampus mengandung tanggung jawab besar yang bersifat intelektual dan moral. Ia menekankan bahwa dalam satu tahun masa kepengurusan, jurnalis kampus harus mampu menjaga marwah profesi jurnalistik, meskipun berada di lingkungan akademik.
“Kami, jurnalis kampus yang baru saja dilantik, menyadari sepenuhnya bahwa amanah ini bukan sekadar jabatan organisatoris. Ini adalah tanggung jawab intelektual dan moral. Karena itu, kami berkomitmen menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, independen, serta berpegang teguh pada kode etik jurnalistik,” tegasnya. Rabu (14/01/2026) di Auditorium Pemkab Musi Rawas.
Alam menyampaikan, komitmen tersebut akan diwujudkan melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif. Ia menilai, pers mahasiswa memiliki peran strategis dalam membangun iklim akademik yang sehat dan transparan, terutama di tengah derasnya arus informasi yang kerap tidak terverifikasi.
“Jurnalisme kampus harus hadir sebagai sumber informasi yang mencerdaskan. Bukan hanya cepat, tetapi benar. Bukan hanya kritis, tetapi juga bertanggung jawab,” ujarnya.
Lebih jauh, Alam menempatkan jurnalisme kampus sebagai ruang dialektika dan kontrol sosial yang konstruktif. Dalam pandangannya, pers mahasiswa bukan sekadar peliput kegiatan kampus, melainkan bagian dari ekosistem akademik yang ikut menjaga nilai-nilai kritis dan rasionalitas.
“Jurnalisme kampus kami posisikan sebagai ruang dialektika, tempat gagasan diuji, kritik disampaikan secara beradab, dan solusi ditawarkan. Ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi seluruh civitas akademika,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan semangat kolektif dan integritas, jurnalis kampus harus mampu menjadi jembatan informasi antara mahasiswa, dosen, dan institusi. Pers mahasiswa, kata dia, tidak boleh kehilangan keberanian untuk menyuarakan kebenaran, namun tetap menjunjung etika dan objektivitas.
“Kami siap menjadi suara kebenaran dan mitra kritis yang konstruktif bagi institusi kampus. Kritik harus membangun, bukan menjatuhkan. Transparansi harus diperjuangkan, bukan ditawar,” tegas Alam.
Menutup pernyataannya, Alam menegaskan keyakinannya bahwa jurnalisme yang bertanggung jawab merupakan fondasi penting dalam membangun tradisi akademik yang beradab dan berkelanjutan. Ia berharap, Jurnalis Kampus di bawah kepemimpinannya dapat menjadi contoh pers mahasiswa yang berintegritas, berani, dan konsisten mengawal nilai-nilai akademik.
Pelantikan kepengurusan ini pun diharapkan menjadi titik awal penguatan peran pers mahasiswa sebagai penjaga nalar kritis dan pilar demokrasi di lingkungan kampus. (Rls)

0 Komentar